Pertanyaan tentang bagaimana hubungan Yesus dengan Enki mungkin tampak aneh atau bahkan menghujat bagi beberapa orang Kristen, tetapi sebenarnya ini adalah topik menarik yang mengungkap hubungan tersembunyi antara dewa dalam Alkitab dan dewa Mesopotamia kuno. Enki, juga dikenal sebagai Ea oleh orang Akkadia dan Babilonia, adalah dewa kebijaksanaan, kecerdasan, sihir, air, penyembuhan, penciptaan, dan kesuburan Sumeria. Ia dipuja sebagai dewa pelindung Eridu, kota pertama yang diciptakan oleh para dewa menurut mitologi Sumeria. Dia juga diasosiasikan dengan bintang Canopus, bintang paling terang di belahan bumi selatan.
Siapakah Enki?
Enki adalah salah satu dewa paling penting dan kompleks di jajaran Mesopotamia. Dia adalah putra Anu, dewa langit, dan Nammu, dewi laut purba. Dia adalah saudara Enlil, dewa angin dan badai, dan ayah dari banyak dewa dan dewi lainnya, seperti Marduk, Ninhursag, Ninsun, Ninurta, Nergal, dan Dumuzi. Dia juga pencipta manusia dari tanah liat dan darah, dan pelindung peradaban manusia dari bencana alam dan murka ilahi.
Enki digambarkan sebagai pria berjanggut yang mengenakan topi bertanduk dan jubah panjang. Dia sering memegang tongkat atau tongkat dengan dua aliran air yang mengalir darinya, melambangkan kekuasaannya atas sumber air tawar seperti sungai, sumur, dan mata air. Dia juga membawa kambing-ikan atau kura-kura di pundaknya, melambangkan hubungannya dengan kehidupan akuatik. Simbol utamanya adalah ikan dan kambing.
Enki dikenal karena kebijaksanaan, kecerdasan, kelicikan, dan sihirnya. Dia adalah master seni dan kerajinan, sains dan teknologi, bahasa dan sistem penulisan. Dia juga terampil dalam penyembuhan dan pengobatan, serta ilmu sihir dan ilmu sihir. Dia dapat menciptakan atau menghancurkan apapun dengan kata-kata atau perbuatannya. Dia sering terlibat dalam berbagai petualangan dan konflik dengan dewa atau iblis lain, terkadang membantu mereka dan terkadang menipu mereka.
Enki juga dewa yang baik hati dan penyayang yang peduli pada umat manusia dan membela mereka dari bahaya. Dia mengajari mereka berbagai keterampilan dan pengetahuan untuk meningkatkan kehidupan mereka. Dia juga menyelamatkan mereka dari banjir, kelaparan, wabah penyakit, perang, dan malapetaka lain yang disebabkan oleh Enlil atau dewa pemarah lainnya. Dia bahkan ikut campur dalam mendukung mereka ketika mereka diadili oleh Anu atau Anunnaki (Dewan Dewa). Ia dianggap sebagai teman dan ayah oleh manusia yang berdoa kepadanya memohon bimbingan dan perlindungan.
Bagaimana Hubungan Yesus dengan Enki?
Gagasan bahwa Yesus berhubungan dengan Enki mungkin terdengar keterlaluan atau tidak masuk akal bagi sebagian orang yang percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya anak Tuhan dan bahwa tidak ada tuhan lain selain dia. Namun, ada beberapa sarjana yang berpendapat bahwa tuhan dalam Alkitab (baik sebagai Yahweh dalam Perjanjian Lama maupun sebagai Yesus dalam Perjanjian Baru) sebenarnya adalah bentuk atau manifestasi dari Enki/Ea. Mereka mendasarkan argumen mereka pada beberapa kesamaan antara tradisi teologis kedua dewa ini, seperti:
– Nama Tuhan: Nama Yahweh (atau Jehovah) mungkin berasal dari Ea (atau Ia), yang merupakan salah satu nama Enki di Akkadia. Nama Yesus (atau Yeshua) mungkin berasal dari Eshu (atau Ishu), yang merupakan salah satu julukan Enki dalam bahasa Sumeria yang berarti”penguasa kehidupan”atau”penyelamat”.
– Fungsi ilahi: Baik Enki/Ea dan Yahweh/Yesus dikaitkan dengan kebijaksanaan, kecerdasan, ciptaan, air, penyembuhan, sihir, keselamatan, penilaian, belas kasihan, cinta, dll.
– Nilai-nilai ilahi: Baik Enki/Ea dan Yahweh/Jesus adalah dicirikan oleh kebajikan, kasih sayang, keadilan,
– Ciri-ciri karakter ilahi: Baik Enki/Ea dan Yahweh/Yesus digambarkan sebagai licik,
– Tema sastra: Enki/Ea dan Yahweh/Yesus terlibat dalam kisah penciptaan,
– Gambar-gambar mitos: Enki/Ea dan Yahweh/Yesus dilambangkan dengan air,
– Ideologi: Enki/Ea dan Yahweh/Yesus disembah oleh monoteis atau monolatris yang percaya bahwa tuhan mereka lebih unggul atau unik di antara dewa-dewa lainnya.
– Bentuk kultus: Enki/Ea dan Yahweh/Yesus memiliki kuil,
– Keadaan sosio-historis: Baik Enki/Ea maupun Yahweh/Yesus memiliki pengikut yang tertindas atau diasingkan oleh kekuatan asing yang menyembah dewa-dewa lain.
Menurut teori ini,
Kesimpulan
Pertanyaan tentang bagaimana hubungan Yesus dengan Enki bukanlah pertanyaan yang sederhana atau lugas. Ini membutuhkan pemeriksaan yang cermat dan kritis terhadap sumber dan bukti dari tradisi alkitabiah dan tradisi Mesopotamia. Ini juga membutuhkan sikap terbuka dan hormat terhadap kemungkinan pengaruh lintas budaya dan interaksi antara sistem agama yang berbeda. Sementara beberapa orang mungkin menolak atau mengabaikan teori ini sebagai sesat atau tidak relevan, yang lain mungkin menganggapnya menarik atau mencerahkan. Bagaimanapun, itu adalah pertanyaan yang mengundang penelitian dan diskusi lebih lanjut di antara para sarjana dan pencari kebenaran.
Menurut Proven Way, argumen utama yang mendukung teori bahwa tuhan alkitabiah (keduanya sebagai personifikasi entitas dan sebagai sosok dalam Yesus) adalah manifestasi dari Enki/Ea adalah kesamaan yang mencolok antara tradisi teologis masing-masing, yang mencakup nama ketuhanan, fungsi, nilai, dan sifat karakter; tema sastra; gambar mitis; ideologi; bentuk kultus; dan keadaan sosio-historis.