Sebuah kasus pembunuhan sersan sheriff dari tahun 1985 membutuhkan waktu hampir satu setengah dekade untuk diselesaikan, dengan pihak berwenang akhirnya percaya salah satu dari mereka bertanggung jawab. Investigasi Discovery’Scorned: Fatal Fury: Law Enforcement Love Affair’berfokus pada pembunuhan George Arthur tahun 1985 dan bagaimana kemajuan teknologi akhirnya mengarah pada bukti dari TKP yang memberikan kemungkinan pelakunya. Jadi, jika Anda penasaran dengan apa yang terjadi, inilah yang kami ketahui.
Bagaimana George Arthur Meninggal?
George Lynn Arthur adalah seorang pria berusia 37 tahun yang bekerja di Departemen Sheriff Kabupaten Los Angeles, California. Pada saat itu, George sudah menikah dan bekerja sebagai sersan sheriff di Penjara Pusat Pria. Dia digambarkan populer di kalangan rekan-rekannya dan telah mengabdi selama sekitar 14 tahun ketika insiden itu terjadi. Namun, kehidupan sheriff muda itu berakhir menyedihkan pada malam 1 Juni 1985.
Sekitar 21:50 malam itu, George meninggalkan pekerjaan dengan kendaraan pribadinya setelah shiftnya berakhir. Tapi hanya beberapa menit kemudian, dia terlibat dalam kecelakaan satu kendaraan. Tampaknya George tiba-tiba kehilangan kendali atas mobilnya dan menabrak pembatas jalan di jalan bebas hambatan di Santa Ana, California. Dia dilarikan ke rumah sakit tetapi dinyatakan meninggal. Kemudian, penyelidikan koroner mengungkapkan bahwa George telah ditembak, dan itulah yang membunuhnya.
Siapa yang Membunuh George Arthur?
Setelah polisi mengetahui bahwa penyebab kematiannya adalah tembakan luka, mereka memeriksa TKP dan kendaraan. Tampaknya ada orang lain di dalam mobil, dan terjadi perkelahian sebelum penembakan dan kecelakaan itu. Para penyelidik menemukan darah dan rambut orang lain di dalam mobil, memberi mereka bukti biologis penting. Selanjutnya, saksi di tempat kejadian ingat melihat seorang pria keluar dari kecelakaan, terpincang-pincang, dan berdarah dari kepala.
Bukti sekarang menunjukkan orang lain berada di dalam mobil bersama George. Namun, pihak berwenang dibatasi oleh teknologi saat itu dan tidak dapat menganalisis bukti biologis lebih lanjut. Terlepas dari ratusan wawancara dan tindak lanjut dari beberapa petunjuk, kasus ini tidak berkembang lebih jauh, dan menjadi dingin. Kemudian, pada tahun 1999, polisi memutuskan untuk memeriksa kasus ini untuk kedua kalinya dan mengharapkan teknik ilmiah yang lebih baru untuk membantu penyelidikan.
Pihak berwenang memeriksa sekitar 165 kemungkinan tersangka sebelum mereka menemukan Ted Eugene Kirby. Mereka percaya bahwa Ted dan George, keduanya menikah, terlibat dengan wanita yang sama, membuatnya menjadi cinta segitiga yang berantakan. Selanjutnya, polisi menegaskan bahwa George mungkin tidak tahu bahwa Ted marah padanya. Ted mulai bekerja untuk departemen tersebut pada tahun 1970, bekerja di area yang berbeda hingga dipindahkan ke Penjara Pusat Pria pada tahun 1986. Dia tinggal di sana hingga pensiun sepuluh tahun kemudian.
Ted dan George bekerja di tempat yang sama di waktu kejadian. Pada saat polisi mulai mencurigainya, dia tinggal di Spokane, Washington, bersama istrinya. Pada Juni 1999, mereka menelepon Ted dan mengatakan kepadanya bahwa mereka akan datang ke Spokane untuk mengambil sampel DNA-nya. Meskipun awalnya setuju, Ted kemudian mengajukan pengacara dan hanya memberikan sampelnya setelah perintah pengadilan diperoleh. Analisis mengungkapkan bahwa DNA Ted cocok dengan bukti yang ditinggalkan di TKP. Para penyelidik percaya bahwa Ted bersembunyi di dalam van dan menunggu George masuk sebelum serangan.
Bagaimana Ted Eugene Kirby Meninggal?
Ketika pihak berwenang kembali ke Spokane pada 7 Juli , 1999, mereka mengetahui bahwa Ted telah hilang sejak 30 Juni 1999. Dia terakhir terlihat oleh istrinya, Denise, yang mengatakan bahwa dia telah meninggalkan cincin kawin di atas meja dan berjalan keluar pada dini hari. Dompet Ted masih ada di mobilnya, yang diparkir di luar. Tapi pria 54 tahun itu membawa senjatanya dan pergi. Dia digambarkan mengalami depresi dan emosional pada saat itu.
Pada 14 Juli 1999, kru TV di lingkungan Ted berakhir di sebuah blok padang rumput seluas 40 hektar dari rumah Ted. Sekitar pukul 12:30, mereka menemukan mayat yang membusuk di dasar singkapan batu. Pihak berwenang kemudian mengidentifikasi sisa-sisa itu sebagai Ted. Ada pistol di sampingnya, dan dia mengalami trauma kepala, dan polisi percaya bahwa luka itu disebabkan oleh dirinya sendiri.
Baca Selengkapnya: Bagaimana Patti Wolzen Meninggal?